September 11, 2002
New Poets
Day goes, day clears, and days still bored. I'm very bored recently, i don't know how it could be. All days goes as long as I could. All days creates its niche colors, all I only could just take it fully responsible, and i still believe it. One has comes are these new poets. I glad to publish it now after taken a long time revised and made it as beauty as I could. Sorry, it only available in Indonesian. If you interested to see all my poets, go to this pagePagi HijrahTelah maghrib kumencari
Seluruh pelosok negeri tlah kudaki
Hanya gelegar sabda menggema
Bisakah kita bertanya tentang ketakbisaan hamba?
Hingga lima menit capai tertoreh
Bumi sejarahku pun menegakkannya
Langkah panjang dalamku
tumbuh tinggi jadi tiang yang disanggah luka
Dalam keheningan hati tak ramai
Dalam kesunyian sesungguhnya kini
Dalam kepekatan pencarian berhenti
Dalam kenistaan sesungguhnya hati
Kukata cinta tapi kau bisu
Kubisukan hati kau tetap merayu
Namun, daya rayu musnah
Tertiup angin cemburu dan dusta
Hanya mencari
mencari
cari
Kututupkan mimpi pagi
Maghrib Petojo, 9 September 2002
Sang PenyairDalam suara ia hidup
dalam tarian ia menyanyi
dalam nyanyian ia hidangkan
puncak rahasia Adam dan HawaSampai ujung jalan itu ia menoleh
ada jalan lain yang menarik hatinya
lari ia melompat lintas setajam pedang
terampas dunia dalam genggaman sabetan kekalahannyaTiada seandainya dalam setiap tembang yang dicipta
demikian langkahnya
Tiada ketetapan sesungguhnya manusia berdendang
demikian hidupnyaPutik, kuncup, wangi itu semua memberi takut padanya
dunia itu masih berkelok jauh curam bertepi
sumbang surgakah mereka?Dalam bingung dan dendam duga
ia melihat cahaya-cahaya
bersinar lembut bertahta
terciptakahDemikian ia bertetap
mengada
menjadi
mencari
Kedoya, 14 Mei 2002 3:11 WIB
Posted at September 11, 2002 09:26 PM | Me and Myself